Jumat, 09 Januari 2015

Harapan & doaku

Doaku diusia yang ke 26 tahun 1. Terimakasihku untuk Tuhan Sang Penciptaku Allah Azza Wajala yang telah mengizinkanku untuk tetep diberinya nikmat iman & islam sampai sekarang, walaupun aku sadar, terlalu banyak maksiat yang telah aku lakukan sampai usiaku yang ke 26 tahun ini, semoga Allah mengampuni semua dosa-dosaku selama ini, #Aamiin 2. Terimakasihku untuk alamarhumah ibuku, yang aku anggap selamanya perempuan paling cantik & berjasa untukku, yang mau menukarkan nafasnya dengan nafasku ketika melahirkanku, yang belum tentu lagi si anak berbakti dengannya, terimakasih ibuku, semoga amal ibadahmu diterima Allah & mendapat tempat yang layak disisiNya, #Aamiin 3. Terimakasihku untuk ayahku, yang mana sudah membesarkan aku selama ini dengan kasih sayang, walaupun aku sadar, aku bukan termasuk anak yang berbakti denganmu, tapi aku selalu mendengarkan apa yang diinginkan olehmu, semoga ayahku disembuhkan dari penyakitnya, #Aamiin 4. Terimakasihku untuk semua saudaraku yang sudah menjagaku sejak kecil sampai besar seperti ini, semoga amal ibadah mereka dinilai ibadah disisiNya, #Aamiin 5. Terimakasihku untuk mereka yang sudah hadir dihidupku, khusus untuk esma, semoga tahun ini kita bisa menjadi pasangan yang sah menurut agama kita & negara yang tercinta, #Aamiin

Kamis, 08 Januari 2015

Terosier

Masa lalu adalah masa lampau yang tak pernah dilupakan oleh umat manusia di dalam memorynya, tapi kurang tepat rasanya mengungkapkan masa lalu yang indah, bahkan lebih baik dari masa sekarang, itulah kenapa hati ini merasa tersayat, seperti tersayat oleh pedang yang berkarat ketika dibanding-bandingkannya aku dengan dirinya yang katanya bagian masa lalumu. Aku tak mempermasalahkan masa lalumu, tapi aku tak ingin dirimu mengingatnya lagi, apalagi sampai membandingkan diriku dengannya yang di matanya aku tak apa-apanya dengannya, bagimu itu cuma candaan, tapi apakah wajar candaan seperti itu? Tak kah dirimu merasakan betapa hati ini terluka rasanya oleh dirimu? Ah, mungkin dirimu tak merasa, bagiku itu sebuah hal yang sangat menyakitkan dalam hidupku & tak mungkin aku melupakannya begitu saja, seperti debu beterbangan tersapu angin tornado, sungguh sakit, sakit & sakit!

Aku yang kalah olehnya!

Perbandingan 180 derajat, sungguh menyakitkan, walaupun cuma masa lalu, tapi tetap kena di hati, sumpah! Aku tak tau, mengapa hati ini sakit, ketika dibanding-bandingkan dengan orang lain, apalagi kalo sampai dikatakan dia lebih baik dari pada aku, yang sekarang ada status malah tak dianggap, bagaimana coba hati ini mendengarnya? Apa ini yang dinamakan bercanda? Ah sudah lah, jangan pedulikan hati ini, hati ini akan sembuh dengan sendirinya juga..

Rabu, 07 Januari 2015

Aku yang terbuang

Sungguh terlalu, 180 derajat menimpaku..
Saat kau bandingkancaku dengan dirinya..