Assalamua’alaikum. Wr. Wb.
Aku tujukan surat ini untuk orang yang aku
cintai.
Saudari XXXXX yang berbahagia.
Sejahat inikah diriku dengan dirimu?
Sampai seginikah dendam dirimu denganku?
Aku sangat tidak menyangka.
Tetapi aku memang pantas mendapatkan perlakuan
seperti ini.
Karena aku sudah terlalu jahat dengan dirimu.
Aku memang sangat pantas mendapatkan perlakuan
dari dirimu seperti ini.
Walaupun dalam lubuk hatiku yang paling dalam
aku tidak terima diperlakukan seperti ini.
Tapi aku sadar, betapa jahatnya aku di masa
lalu dengan dirimu.
Ternyata karma berlaku pada diriku.
Aku saat ini dalam sebuah penyesalan yang
sangat sekali.
Akibat ditinggalkan dirimu pergi.
Dulu aku pernah mengatakan.
Bahwa dirimu seperti bayangan dalam hidupku.
Dan sekarang.
Aku hidup tanpa bayangan dan arah tujuan yang
pasti.
Aku hanya ingin kembali dengan dirimu.
Apabila masih ada jalan untuk kita bersama.
Walaupun aku tahu.
Itu adalah hal yang mustahil terjadi.
Aku hanya berharap.
Aku masih punya kesempatan untuk memperbaiki
diriku terhadap dirimu.
Tetapi seandainya aku tidak diizinkan lagi
memperbaiki diri.
Biarlah aku binasa akibat perbuatanku di masa
lalu.
Aku pasrah dengan keadaanku.
Sudah lama aku memikirkan diri.
Dengan apa aku harus binasa.
Ternyata aku harus binasa dengan sikapku yang
egois di masa lalu.
Yang akan membuatku hancur berkeping.
Aku tahu.
Dirimu tak pernah lagi memikirkan aku.
Aku tahu.
Dirimu tak lagi mencintai aku.
Aku tahu.
Dirimu tak lagi mau bersama diriku.
Mungkin inilah kenyataan yang harus aku
hadapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar