Tanggal dan Jam
|
Isi SMS
|
12 Mei 2012
10.54.53 am
|
Wassalamua’laikum,
sama-sama....
Makasih jua,
jujur aku terkesan dan terharu saat kamu mengungkapkan perasaanmu kepadaku.
Keputusan yang aku buat itu, demi menjunjung tinggi petuah orangtuaku. Walau
terkadang kita merasa berat untuk melakukan apa yang mereka titahkan, karena
tidak sesuai dengan pemikiran kita.
Namun, dibalik
semua itu, keputusan dari mereka itu lebih baik dan lebih tepat dari apa yang
kita pikirkan. Setelah melalui proses yang panjang, banyak orang mengatakan
“bujur jar kuitanku samalam”.
|
12 Mei 2012
02.05.07 pm
|
Gak usah
ditunggu. Aku tak ingin membuat orang lain menunggu. Aku tak ingin memberikan
harapan kepada orang lain, aku takut apa yang terjadi kedepannya tak sesuai
dengan yang diharapankan. Aku tak berani memberikan janji. Aku takut dan
sangat kasian jika orang lain kecewa.
|
12 Mei 2012
02.00.23 pm
|
Hatiku akan aku
buka disaat yang tepat nanti. Aku tak akan membuka hati sementara belum
sampai waktunya, semua ini aku lakukan demi orangtuaku. Sangat sulit fokus
jika hati tebagi. Terima kasih banyak atas pengertiannya. ^_^
|
12 Mei 2012
01.34.13 pm
|
Feelingku, di
satu sisi dirimu bahagia, karena pada hakikatnya cintamu tak bertepuk sebelah
tangan, tapi di sisi lain, dirimu sedih, karena tidak bisa mengekspresikan
perasaanmu melalui suatu hubungan yang jelas (pacaran/status). Mungkin
terbesit di hatimu ingin menikahnya (ARU). Hahay, hehe, tapi untuk saat ini dirimu
belum siap.
|
11 Mei 2012
10.34.56 am
|
Aku tidak ingin
dan tidak akan membuka hati untuk cinta kepada siapapun sebelum belum
ditentukannya jodohku.
|
11 Mei 2012
08.54.53 pm
|
Sebenarnya aku
bukan orang yang bakti banar dengan orangtua, aku hanya melatih diri untuk
berbakti.
Tekadku, selama
aku belum dipindahkan tanggungjawab atas diriku kepada yang lain, maka aku
akan mentaati apapun yang dikatakan oleh orangtuaku selama tak melanggar
syari’at.
Orangtuaku
berpesan seperti apa yang aku kirimkan dengan dirimu lewat SMS semalam, itu
karena menghindari agar kita sama-sama tidak kecewa, karena kita tidak tau,
jodoh kita itu siapa?
Intinya, apabila
jodoh, tak ke mana-mana juga.
|
11 Mei 2012
08.38.43 pm
|
Tak ada yang
dapat aku katakan selain kata maaf dan terima kasih banyak atas segalanya,
atas perhatian, pengertian, dll.
Btw, Al-Qur’an
tadi itu, dipinjami atau di berikan?
|
11 Mei 2012
08.53.11 pm
|
Sebenarnya isi
SMS yang aku kirimkan itu pada dirimu tentang keputusanku itu adalah pesan
dari orangtuaku yang tercinta. Ketika aku mengatakan dengan beliau bahwa aku
ada rasa dengan seseorang, jadi beliau berpesan “katakan dengan dia (gue),
kamu tak mau dan tak akan membuka hati untuk cinta sebelum, belum ditakdirkannya
jodohmu”.
Aku sangat
mengerti, kenapa beliau berpesan seperti itu dengan aku, karena beliau tak
ingin aku sakit seperti dulu lagi.
Beliau takut
seandainya aku dikecewakan lagi. Aku sangat mengerti bahwa mereka itu sangat
sayang dengan aku.
|
11 Mei 2012
06.43.59 am
|
Prinsipku IH ai,
selama aku masih di bawah tanggungjawab orangtuaku, apapun akan aku lakukan untuk
mereka, meskipun hal itu menyakitkan bagiku. Walaupun sebenarnya orangtuaku
itu demokratis (tidak otoreter).
|
11 Mei 2012
02.16.04 am
|
Assalamua’laikum
warahmah....
IH (gue),
sebelumnya aku memohon maaf yang sebanyak-banyaknya bauntunglah.
Sedikitpun, tak
ada niatku hendak menyakiti perasaan dirimu.
Setelah memlaui
kegalauan dan delema yang cukup panjang, aku memutuskan dengan sangat mantap
“aku tidak ingin dan tak akan membuka hati untuk cinta sebelum belum
ditakdirkannya jodohku”.
Jadi, 3 buah
pertanyaanku di hari rabu yang kearen, biarlah tidak usah dijawab.
Maaf karena aku
SMS dirimu dikala dirimu tertidur lelap.
Sekali lagi aku
banyak-banyak minta maaf.
Terima kasih
banyak.
Mudah-mudahan
Allah selalu meridhai segala tindak tanduk kita, amien..
By ARU justlove
forever saahibul ahwal abah Ahmad Muhammad Sibawaihi (55 th).
Wassalam...
|
21 Mei 2012
08.49.35 pm
|
Kebanyakankah?
Syukurai daripada
kedikititan...
Aku mengira tadi
itu malah kedikitan buat dirimu, soalnya kebiasaan laki-laki itu banyak
makan. Itu saja yang bisa aku berikan buat dirimu IH, tak sebanding dengan
apa yang telah dirimu lakukan buat diriku
|
24 Mei 2012
09.13.35 pm
|
Aku berharap
bahwa harapan dirimu kepadaku adalah harapan yang sewajarnya saja, tidak
berlebihan karena aku khawatir apa yang diharapkan tidak sesuai dengan
kenyataan, soalnya kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi pada masa
yang akan datang.
Aku takut sekali
apabila dirimu merasa sangat tersakiti sekali olehku.
Dan aku tidak
ingin dirimu down lagi.
Aku tidak ingin
dirimu sakit hati lagi.
Maaf kalau aku
terkesan perhatian, memang seperti inilah diriku adanya, aku senang
memberikan perhatian kepada siapapun yang aku kenal.
|
24 Mei 2012
09.21.12 pm
|
Terima kasih
banyak untuk segalanya.
Aku hanya
memberikan pandangan terburuk yang mungkin saja terjadi.
Aku hanya ingin
mengantisipasinya saja, agar dirimu memiliki kesiapan menerima apapun
kemungkinan yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
Mungkin aku
terlalu memikirkan hal-hal yang jauh kedepannya, tapi hal-hal tersebut,
lambat laun pasti akan ditemui jika masih diberi umur.
|
24 Mei 2012
09.27.14 pm
|
Prinsipku adalah
“aku tidak akan menyakiti siapapun dan aku tidak ingin melihat orang yang
akrab dengan aku merasa tersakiti olehku meskipun orang itu seumpamanya saja
pernah menyakiti aku”.
Intinya seperti
ini: “aku tidak peduli apakah orang lain itu berbuat salah / menyakiti aku
atau tidak, tapi yang pasti aku tidak mau berbuat salah / menyakiti orang
lain meskipun itu tidak disengaja”.
|
24 Mei 2012
09.33.02 pm
|
Aku tahu dan
percaya bahwa dirimu sungguh-sungguh dengan diriku.
Dan aku ucapkan
terima kasih banyak untuk semua itu, tapi maaf banget, aku tak bisa
memberikan harapan ataupun janji kepada dirimu ataupun kepada orang lain
walaupun secuil harapan.
Keputusan tentang
jodohku, aku serahkan semuanya kepada takdir yang Kuasa, aku sangat yakin
bahwa jika aku mempunyai jodoh, maka jodohku adalah gambaran dari diriku,
jadi saat ini aku lebih fokus pada muhasabah diri dan intropeksi diri pada
yang Kuasa.
|
24 Mei 2012
09.39.38 pm
|
Tak ada yang bisa
aku ucapkan kepada dirimu, kecuali kata “MAAF” jika aku mempunyai salah dan
kata “TERIMA KASIH BANYAK” atas segala yang telah dirimu lakukan dan
korbankan untukku, jujur aku tidak bisa membalasnya.
|
24 Mei 2012
09.42.54 pm
|
Mohon dimaklumi
aku banyak mengeluarkan kata “MAAF dan TERIMA KASIH BANYAK”.
Aku hanya takut
jika aku berbuat salah terhadap orang lain dan juga aku takut kalau aku bukan
termasuk orang yang tak menghargai orang lain.
Seperti inilah
watakku.
|
24 Mei 2012
10.10.28 pm
|
Aku tak menagis,
aku hanya tak menduga bahwa kedaannya seperti ini.
Tak pernah ada
niatku untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku, niatku hanyalah aku ingin
menghilangkan kesedihan dari dirimu, sehingga dirimu dapat tersenyum dan
bahagia, itu saja, tidak lebih!
|
25 Mei 2012
06.21.10 pm
|
Tak apa, simpan
saja. Aku mengatakan duluan, mohon dimaklumi ya, aku banyak-banyak minta maaf
seandainya kedepannya aku jarang balas SMS dirimu atau sama sekali tak aku
balasi, soalnya aku jarang menggunakan HP, apalagi seandainya aku sibuk, HP
jarang aku urusi.
Makasih banyak
atas pengertiannya.
|
blog ini, sedikit menggambarkan mengenai pola pikir, idemalisme, humanisme, my history, my love, dll... blog ini aku jadikan sebagai pelarianku dari media sosial yang sudah membesarkan 'namaku', karena aku merasa 'diawasi' di sana... welcome in my blog..
Selasa, 03 Desember 2013
pHp tempo penjajahan...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar